Finally, all the hard work already paid off, this is my day. Guys, I do love fashion so much..for this graduation i design my own outfit,and i am happy!!! :)
and i am really happy and thanks for both my friends and sister who took my pics for this even.
ok, i think its enough for today.. i will be right back for the next my graduation pics xoxo :)
Minggu, 21 September 2014
Senin, 24 Maret 2014
Indonesia Fashion Week 2014
I do really love fashion, and i was looking forward when i visited Indonesia Fashion Week last month. I was really happy and give me insight more about fashion which is about my passion :)
Well..this is some of photos when i visit this event :)
and i also got opportunity to change my hijab style when i visit Shafira booth...nice!!
I am looking forward all of kind this event again, and my dream also will be part of this event (Fashion show and Fashion Bazaar) Amin :)
Well..this is some of photos when i visit this event :)
and i also got opportunity to change my hijab style when i visit Shafira booth...nice!!
I am looking forward all of kind this event again, and my dream also will be part of this event (Fashion show and Fashion Bazaar) Amin :)
Senin, 24 Februari 2014
Hijab Street
I do Love Fashion..
This is some of my style when i went to some places
Passion for Fashion!!! :)
this is outfit when i went to Kota Tua Jakarta
i also like this outfit when i went out
this is outfit when i have a class lol..
and..for the last, this is when i went to have fun with my friend
and she is my friend
Hmm..Fashion is great when you comfort what you wear, what you use, no matter what people see.. This is me!! :) lol
This is some of my style when i went to some places
Passion for Fashion!!! :)
this is outfit when i went to Kota Tua Jakarta
this is outfit when i went to Bogor
i also like this outfit when i went out
this is outfit when i have a class lol..
and..for the last, this is when i went to have fun with my friend
and she is my friend
Hmm..Fashion is great when you comfort what you wear, what you use, no matter what people see.. This is me!! :) lol
Sabtu, 22 Februari 2014
Tutorial Simple Hijab Style
Hai gurls, para hijabers...
Disini aku coba tutorial hijab untuk bahan satin. Saat itu, sekitar Juli 2013 lalu, aku diminta jadi model sekalian untuk tutorial produk hijab Gaelnis.com yang khusus bahan satin.
Gaelnis merupakan brand hijab yang digagas oleh 3 orang mahasiswi dari Universitas Indonesia yang merupakan proyek dari ide untuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Satin hampir mirip dengan sutra, yang berbeda dari bahan dasarnya. Satin dari serat buatan sednagkan sutra dari ulat sutra. Permukaan bagian luar satin licin dan mengkilap sedangkan bagian dalamnya tidak (source: wikipedia).
Well, for tutorial, check this out..
Step 1
Step 2
Step 3
Step 4
Step 5
Step 6
Step 7 Step 8
And for this summary, lets check this out..
*Especially Thanks for Gaelnis.com that have given me chance for making this tutorial :) :*
Disini aku coba tutorial hijab untuk bahan satin. Saat itu, sekitar Juli 2013 lalu, aku diminta jadi model sekalian untuk tutorial produk hijab Gaelnis.com yang khusus bahan satin.
Gaelnis merupakan brand hijab yang digagas oleh 3 orang mahasiswi dari Universitas Indonesia yang merupakan proyek dari ide untuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Satin hampir mirip dengan sutra, yang berbeda dari bahan dasarnya. Satin dari serat buatan sednagkan sutra dari ulat sutra. Permukaan bagian luar satin licin dan mengkilap sedangkan bagian dalamnya tidak (source: wikipedia).
Well, for tutorial, check this out..
Step 1
Step 2
Step 3
Step 4
Step 5
Step 6
Step 7 Step 8
And for this summary, lets check this out..
*Especially Thanks for Gaelnis.com that have given me chance for making this tutorial :) :*
Rabu, 05 Februari 2014
Life is...
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam
di kampung halaman
Tinggalkanlah negerimu dan merantaulah ke
negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti
dari kerabat dan kawan
berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa
setelah lelah berjuang.
Aku melihat air menjadi rusak karena diam
tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak,
kan keruh menggenang
Singa jika ta tinggalkan sarang tak akan
dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak
akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak
dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan
memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum
digali dari tambang
kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
jika dalam hutan.
(Imam Syafii)
Sabtu, 13 April 2013
Strategi masuk Ivy League
Got a good article!!
Artikel ini saya baca dari seorang teman di facebook, sangat inspiratif. Pemilik artikel dengan senang hati mau berbagi tulisan ini kepada siapa saja. Akhirnya, artikel ini saya post di blog saya, supaya bisa dibaca dan dishare juga, sehingga bisa memotivasi para readers :)
Ok, check this out :)
Bagi teman-teman sekalian yang punya rencana melanjutkan studi ke luar negeri, mudah-mudahan info berikut ini berguna. Kebetulan memang bulan-bulan pertengahan tahun seperti ini merupakan waktu yang tepat untuk mengurus aplikasi sekolah.
Sebelumnya saya ingin berbagi cerita sedikit. Di Harvard Law School (program LL.M.) tahun lalu, ada 5 siswa dari negara Singapura yang hanya memiliki populasi penduduk 5 juta, 7 siswa dari negara Brazil yang memiliki populasi 200 juta, dan hanya 1 siswa dari negara Indonesia yang memiliki populasi 240 juta. Bahkan dari negara Yunani yang bangkrut masih ada 3 siswa yang diterima. Sejauh pengetahuan saya yaitu selama kurang lebih 5 tahun terakhir, setiap tahun hanya ada 1 orang Indonesia yang diterima. Hal ini membuat saya bertanya-tanya, apa sebabnya hanya sedikit orang Indonesia yang masuk setiap tahun, padahal negara kita adalah negara dengan sumber daya manusia yang sangat banyak dan termasuk “emerging economy” yang keberadaan strategisnya di dunia patut diperhitungkan. Tentu bukan karena “otaknya ngga nyampe”, karena saya mengetahui bahwa banyak sekali pelajar dan profesional Indonesia yang cemerlang dan tidak kalah pintar dengan siswa-siswa ivy league yang saya temui.
Suatu hari teman saya dari Argentina, yang memiliki keheranan yang sama dengan saya berhubung setiap tahun hanya ada 1 orang Argentina yang diterima, bertanya kepada salah satu staf yang mengurusi penerimaan murid baru, apakah ada pertimbangan tertentu berdasarkan asal negara seorang kandidat. Jawabannya cukup menarik: mereka tidak pernah menetapkan kuota tertentu berdasarkan besar suatu negara atau keadaan ekonomi/politiknya, namun mereka ada kecenderungan menerima lebih banyak siswa dari suatu negara apabila mereka menerima banyak aplikasi dari negara tersebut. Rupanya, aplikasi yang masuk dari Singapura dan Brazil luar biasa banyaknya. Staf tersebut kemudian berkata: ayo makanya teman-temannya diajak kirim aplikasi.
Jawaban tersebut kalau dipikir-pikir cukup masuk akal. Pertama, pada dasarnya mereka menginginkan kelas dengan keberagaman, dari seluruh pelosok dunia dan berbagai latar belakang profesi serta tujuan karir, agar para siswa mendapatkan pengalaman belajar yang kaya akan berbagai sudut pandang. Sang dekan sendiri (Dean Martha Minow) menyambut para siswa pada hari pertama dengan ucapan “we searched the world for you”. Hal ini berarti, semua negara penting untuk dipertimbangkan, dan tidak mungkin mereka akan lebih mengutamakan siswa dari negara-negara tertentu saja, misalnya negara yang sudah maju atau dari negara-negara berbahasa Inggris. Kedua, negara yang mengirim lebih banyak aplikasi akan memberi tim pemeriksa aplikasi lebih banyak pilihan. Ketika ikan yang masuk kolam lebih banyak, ikan yang bisa tertangkap juga akan lebih banyak.
Tentu saja ikan tersebut kemudian harus menarik untuk ditangkap. Disinilah letak kecemasan banyak orang, yang mungkin menjadi alasan mengapa aplikasi yang terkirim ke sana tidak sebanyak beberapa negara lain. Ada yang cemas dengan nilai IPK yang pas-pasan, dengan bahasa Inggris, dengan pengalaman kerja yang kurang, dengan penulisan personal statement, dengan funding, dan sebagainya. Banyak yang merasa bahwa sekolah di universitas ivy league adalah sesuatu yang tidak mungkin. Menurut saya semua kecemasan ini bisa diatasi dengan persiapan yang tepat.
Berikut ini ada beberapa saran yang berdasarkan pengamatan saya mungkin belum banyak dipahami orang:
- Mulailah langkah pertama dengan browsing website universitas-universitas yang dituju. Catat dan pahamilah persyaratan masing-masing universitas, pilihan program yang tersedia di universitas tersebut, dan kandidat seperti apa yang dicari oleh universitas tersebut. Misalnya, Yale cenderung mencari akademisi, NYU memiliki program human rights yang bagus, Berkeley kuat di bidang IP law dan environmental law, Columbia memiliki program konsentrasi baru di bidang climate change, dan seterusnya. Kesesuaian minat dengan apa yang ditawarkan oleh sekolah tersebut akan memperbesar kemungkinan seorang kandidat akan diterima.
- Mulailah dari jauh hari dengan hal-hal yang akan memerlukan persiapan paling banyak. Kalau kemampuan bahasa Inggris kurang bagus, mulailah mengambil TOEFL-prep. Kalau belum punya tujuan hidup yang jelas, mulailah memikirkan apa yang hendak ditulis dalam personal statement. Ingat bahwa tidak semua universitas memerlukan kandidat dengan pengalaman kerja yang ekstensif. Kalau tidak punya funding, mulailah memasukkan aplikasi beasiswa seperti Fulbright, yang biasanya memiliki tanggal deadline di semester awal tahun. Setiap universitas, khususnya universitas yang ternama, juga memiliki dana beasiswa atau student-loan. Do your research and set priorities.
- Semua persyaratan memiliki bobot tertentu, oleh karena itu sebuah aplikasi harus merupakan “paket” yang bagus. Banyak orang yang asal-asalan membuat personal statement karena IPK-nya bagus, atau tidak peduli dengan isi surat rekomendasi karena yang memberi surat rekomendasi adalah orang penting. Tidak ada yang boleh dibuat asal-asalan.
- Personal Statement
Belajarlah dari personal statement alumni yang sudah pernah diterima. Cari referensi personal statement dari www.vault.com. Personal Statement adalah sesuatu yang ditulis secara strategis. Ada gaya dan alur penulisan tertentu dengan pola yang cukup spesifik serta berisi anekdot, yang biasanya efektif. Ingat bahwa mereka mencari orang yang sanggup menjadi pemimpin atau membuat perubahan atau melakukan sesuatu yang berdampak luas dalam bidangnya, karena mereka tentu ingin nama Universitas mereka ikut diharumkan oleh pencapaian orang tersebut. Sesuaikan personal statement dengan Universitas yang dituju dan tunjukkan kompatibilitas kandidat dengan Universitas spesifik tersebut. Jangan membuat personal statement yang generik.
- Surat Rekomendasi
Jangan cari surat rekomendasi dari orang penting hanya karena dia orang penting. Surat rekomendasi wajib berasal dari orang yang benar-benar mengenal sang kandidat, karena mereka ingin mengenal kandidat tersebut, bukan ingin memastikan bahwa kandidat tersebut punya koneksi. Cari dosen atau atasan yang benar-benar mengetahui cara berpikir dan cara kerja kandidat, dan bisa menyelipkan beberapa anekdot yang menarik untuk menggambarkan kesan baik mereka terhadap sang kandidat dengan cara yang personal, ketimbang hanya menuliskan pujian-pujian yang generik.
- TOEFL
Tergantung kemampuan masing-masing, TOEFL harus dipersiapkan dari jauh hari. Kalau kurang pede dengan kemampuan bahasa Inggris, ada banyak tempat yang menawarkan TOEFL-prep. Kalaupun kemampuan bahasa Inggris sang kandidat sudah sangat bagus, tetap harus ada persiapan dan latihan beberapa kali sebelum ujian untuk membiasakan diri dengan format, waktu, dan jenis pertanyaan dalam ujian. Setiap sekolah punya persyaratan TOEFL yang berbeda-beda, pastikan bahwa syarat minimum tersebut terpenuhi.
- IPK
Jangan mangkir apabila nilai IPK pada saat mengenyam S1 jauh dari cum laude. Hal-hal lain juga dipertimbangkan, seperti misalnya rangking di kelas, nilai pelajaran-pelajaran yang spesifik terhadap minat sang kandidat, penerimaan penghargaan mahasiswa berprestasi atau penghargaan dari dekan, atau penghargaan akademis lainnya seperti beasiswa, PMDK, menang pemilihan menjadi ketua organisasi, kompetisi akademis, program exchange student dan sebagainya, publikasi artikel, dan juga kegiatan ekstrakurikuler di kampus.
- Menurut saya pribadi, jangan kirim aplikasi hanya ke satu universitas, karena sayang dan tidak sebanding dengan tenaga dan waktu yang terbuang mempersiapkan aplikasi. Sekalian saja mengirim ke beberapa universitas untuk memperbesar kemungkinan diterima di salah satu sekolah.
Mempersiapkan aplikasi memang tidak mudah, dan membutuhkan sangat banyak waktu disela-sela kesibukan sehari-hari, dan oleh karena itu harus direncanakan dengan baik. Tulisan ini hanya merupakan ulasan secara umum yang tidak terlalu detil. Tentu saja kalau ada yang ingin bertanya lebih lanjut, akan dengan senang hati saya bantu semaksimal mungkin.
Kebanyakan siswa yang diterima di ivy league tidak percaya bahwa mereka bisa diterima, dan ketika menerima surat penerimaan berpikir bahwa surat itu adalah lelucon. Hal ini berarti bahwa keraguan bukanlah alasan untuk tidak mencoba. Yang penting ada keberanian mencoba, dan ada strategi dalam mempersiapkan aplikasi. Semakin banyak orang mencoba, semakin besar kemungkinan lebih banyak orang akan diterima. Semakin banyak orang yang menempuh pendidikan lebih tinggi dan lebih bagus, Insya Allah semakin besar kemungkinan bangsa kita maju.
Seorang teman saya yang tahun ini hendak berangkat ke Harvard baru saja mengirim tweet: “Some people say: democracy among idiots will result in idiotic leaders. It is then our obligation to educate ourselves.”
By : Tiza Mafira
Senin, 25 Juni 2012
EKONOMI BAHASA INGGRIS
EKONOMI BAHASA INGGRIS
Oleh: Rhenald Kasali (Guru Besar UI)
Jawa Pos
Tidak semua bangsa-bangsa yang maju bisa berbahasa Inggris, tetapi
anehnya bangsa-bangsa yang maju itu punya ke-pede-an yang bagus. Jadi
meski bahasa asing yang diterima secara internasional (misalnya bahasa
Inggris) kurang bagus, mereka pede saja.
Di Harvard, saya
banyak bertemu anak-anak muda yang TOEFL-nya di atas 600, tetapi kalau
bicara, hmm,… susah juga saya mengerti apa yang mereka mau sampaikan.
Tapi toh mereka pede aja. Yang saya sering bingung adalah orang-orang
yang diajak bicara, tak jarang sama-sama susah dimengerti apa yang mau
disampaikan. Inggris logat India bertemu logat Korea dan Meksiko,
susahnya minta ampun untuk dimengerti. Tetapi mereka bisa tertawa-tawa
bersama.
Saya pikir itu hanya saya saja yang tidak mengerti.
Tetapi Prof. Michael Porter, Guru Besar senior di Harvard mengatakan hal
yang sama kepada saya. Meski demikian, kita sebagai guru pantang
mengintimidasi kemampuan bahasa seseorang. “Bahkan gesture kita saja tak
boleh mengintimidasi,” ujarnya.
Makuto Naruto
Di Boulder –
Colorado, 20 tahun yang lalu saat belajar bahasa Inggris, saya pernah
diajak makan siang oleh seorang teman dari Jepang. Dia bertanya, mau
tidak makan siang di Makuto Naruto. Penasaran dengan nama resto itu,
saya pun mengikutinya. Ternyata itu Mc Donald’s. Begitu sampai di
restoran saya pun terbahak-bahak dan kawan saya kebingungan tidak
mengerti mengapa saya menertawakannya. Setelah dijelaskan ia pun tertawa
sambil menggosok-gosok kepalanya. Orang Jepang kesulitan mengeja kata
yang huruf penutupnya bukan huruf hidup, jadilah Mc Donald, Makuto
Naruto.
Tetapi mengapa dengan bahasa Inggris pas-pasan seperti
itu mereka bisa mengasai dunia dan ada di mana-mana? Mereka ada di
seluruh sudut Eropa hingga ke Rusia dan eks Uni Soviet, di seluruh jagat
Afrika, dan tentu saja di Asia. Bahkan jauh sebelum menduduki
Indonesia, orang-orang tua kita bercerita, mereka sudah menjelajahi
kampung demi kampung dengan membawa pikulan.
Kini kita juga
menyaksikan orang-orang China dengan gelombang yang lebih besar lagi
menjelajahi seluruh jagat raya. Sebelumnya orang-orang Korea dan India
juga melakukan hal serupa. Tak semua imigran itu kaum sekolahan.
Sebagian besar generasi pertama asal China dan India yang datang ke
Amerika memang banyak didominasi oleh para penganggur yang berprofesi
sebagai penjaga toko dan supir taksi.
Berkat Guangxi atau
jejaring sosial, mereka survive dan memupuk modal. Orang-orang China
perantauan ini membuka usaha restoran dengan menu dan desain yang sama
direplikasi, dari uang arisan menyebar ke berbagai kota. Orang-orang
Korea juga sama. Kalau tak bisa berbahasa Inggris juga tidak masalah.
Mereka membuka usaha kecil yang membuka peluang untuk berbicara dengan
konsumen sedikit mungkin. Mereka membuka usaha laundry yang dioperasikan
secara otomatik.
Demikian juga orang-orang Eropa Timur. Mereka
masuk ke Amerika dengan membuka losmen-losmen kecil di daerah
pinggiran. Tidak bisa berbahasa Inggris tetapi pede aja. Hasilnya
generasi kedua mereka menjadi global citizen.
Do You Have Brain
Kisah orang-orang Indonesia diperantauan ternyata juga ada. Di tepi
danau Rocca Di Papa, dekat Roma-Italia, saya bertemu Dewi Francesca yang
dulu menjadi pelayan restoran di Bali. Dewi kini menjadi pemilik kafe
yang indah dan diminati para honeymooners. Apakah sejak dulu Dewi bisa
berbahasa Itali? Ternyata tidak.
Di Amerika, orang-orang yang
mempunyai usaha kecil juga bukan orang-orang yang berangkat dengan TOEFL
score yang tinggi. Seorang ibu yang sukses memimpin sebuah usaha pernah
saya temui di sebuah swalayan milik orang Korea dengan kata-kata yang
aneh. Rupanya ia ingin membuat gulai otak untuk suaminya. Saat
menanyakan pada petugas toko, ia bilang begini: “Sir, do you have
brain?” Tentu saja petugas toko mendelik.
Saya jadi teringat
dengan Tukul Arwana yang kosa kata bahasa inggrisnya semakin hari
semakin banyak dan terlihat pandai. Apa rahasianya?
Belajar
dari para perantau yang berhasil dan dari komedian yang cerdas, mungkin
kita perlu berkaca dengan sistem pendidikan bahasa di sekolah-sekolah
kita. Dulu saya belajar bahasa Inggris sejak SMP. Anak-anak sekarang
sudah mulai belajar bahasa Inggris sejak kelas 1 SD. Bahkan ada yang
dari TK. Jadi, masalahnya bukanlah kapan seseorang mulai belajar bahasa,
melainkan apa yang diajarkan.
Setahu saya sekolah-sekolah
kita, selalu fokus pada rumus, angka, dan rule. Bahkan yang diajarkan di
bahasa adalah grammar dan pronounciation. Grammar itu penting, tetapi
tanpa keberanian berbicara dan menulis, anak-anak kita tidak akan pergi
ke mana-mana. Mereka bahkan bisa menjadi sangat takut berbicara, kala
grammar-nya lupa, atau pronounciation-nya salah. Padahal, di dunia
internasional keberanian untuk berbicara akan membuka masa depan
seseorang. Orang-orang yang beranilah yang akan menguasai dunia. Yaitu
berani salah selagi muda, tapi terus belajar mengoreksi diri. Yuk pupuk
keberanianmu!
Rhenald Kasali
Guru Besar Universitas Indonesia
Tulisan ini gue dapat di suatu forum, karena menurut gue menarik, gue pengen ada di blog gue. Ini sangat menginspiratif. :)
Kamis, 08 September 2011
Jilbabku Ujianku
Marissa,
remaja 13 tahun yang duduk di bangku kelas satu SMP. Enam bulan yang
lalu, saat tahun ajaran baru orang tua marissa memasukkan Marissa ke
SMP Negeri. Sedangkan teman-temannya masuk ke sekolah Madrasah.
Marissa heran kenapa dia dimasukkan ke SMP, karena dia paham kalau
orang tuanya punya landasan agama yang kuat. Rasa ingin tahunya yang
kuat, Marissa menanyakan pada Uminya kenapa ia dimasukkan ke SMP.
“Umi, kenapa aku masuk SMP? Sedangkan teman-teman aku masuk
Madrasah,” Tanya Marissa. “ Umi bukan ga mau menyekolahkan kamu
di Madrasah, tapi Umi tidak suka melihat kebanyakan anak-anak
putrinya yang masih tidak pakai jilbab dalam kesehariannya. Ke
sekolah pakai jilbab, sekolah selesai jilbabnya dilepas. Umi takut
nanti kamu akan terpengaruh seperti itu,” Jawab sang Umi. Marissa
mengangguk dan mengiyakan, memang seperti itu kenyataan yang ia lihat
selama ini. Akan tetapi, yang Marissa tahu bahwa remaja putri di SMP
umumnya juga tidak menggunakan jilbab. Enam bulan duduk di SMP,
Marissa sudah mendapat Haid pertama kali. Marissa memberi tahu
Uminya, beliau mengatakan kalau Marissa sudah baligh, jadi sudah
wajib pakai jilbab. Marissa menggunakan jilbab sesuka hatinya. Saat
itu, Marissa disuruh Uminya belanja ke pasar, tiba-tiba Umi memanggil
Marissa dengan nada yang agak kuat. “Jilbabnya mana? Ayo jilbabnya
dipakai,” sahut Umi. Marissa kesal dengan perintah Uminya. “Kan
pasarnya deket,” gerutu Marissa. Beberapa ibu-ibu yang jualan heran
melihat Marissa. Dia tidak percaya diri dilihat seperti itu karena
Marissa biasanya tidak pakai jilbab. Bahkan ada ibu-ibu yang
mengatakan kalau Marissa anak pesantren, Marissa makin kesal dengan
perkataan itu. Saat di sekolah, teman-temannya pun ikut heran dengan
perubahan Marissa. Akan tetapi, lama-kelamaan Marissa sudah biasa
menggunakan jilbab dan teman-temannya juga sudah terbiasa dengan
penampilan Marissa yang “baru”. Ternyata ujiannya bagi Marissa
belum berhenti. Di sekolah, Marissa ditunjuk untuk ikut dalam tari
selamat datang untuk
menyambut bupati dalam acara yang diadakan oleh pemerintah kabupaten.
Latihan sudah dilaksanakan beberapa minggu sebelumnya. Satu minggu
sebelum hari H, pelatih dan guru Marissa memberi instruksi kepada
semua anggota tari. Saat itu Marissa menanyakan kepada guru dan
pelatih tentang kostum yang akan dipakai. Guru Marissa mengatakan
bahwa kostumnya nanti diberi oleh pihak kabupaten dan nantinya akan
pakai konde. Guru Marissa juga mengatakan kepada Marissa untuk tidak
memakai jilbab. Marissa kaget dengan perkataan gurunya tersebut,
karena dia sudah terbiasa menggunakan jilbab. Marissa meminta waktu
kepada gurunya untuk berpikir mengenai hal itu. Marissa curhat
kepada Umi dengan masalah yang ia hadapi. Umi menyarankan Marissa
untuk berdoa kepada Allah meminta yang terbaik, saran dari Umi cukup
menenangkan hati Marissa. Tiga hari menjelang tampil, guru dan
pelatih mengatakan tim Marissa tidak jadi tampil karena pihak
kabupaten sudah meminta dari sanggar tari lain untuk tampil. Marissa
dan teman-temannya kecewa karena sudah latihan dengan keras tetapi
tidak jadi tampil. Akan tetapi terbesit rasa senang di hati Marissa,
“Inilah yang terbaik diberikan oleh Allah buat aku.” Saat acara
perpisahan kelas tiga Marissa ditunjuk lagi untuk berpartisipasi
dalam tari penyambutan tamu, akhirnya Marissa dan teman-temannya
tampil menggunakan jilbab.
(Created By Muthi)
Label:
by muthi
Rabu, 17 Agustus 2011
Belajar dari mereka
Sebenarnya gue udah kepikiran sejak gue kagum pada mereka, kenapa mereka bisa sukses dimana pun mereka hidup. Tanpa sengaja gue dapat bacaan tentang itu, ini linknya http://www.ronywijaya.web.id/2011/07/mengapa-orang-cina-sukses-dan-kaya.html
Gue jadi ngerti bagaimana mereka berjuang dalam hidup mereka, gue juga terinspirasi dari prinsip-prinsip mereka yang menurut gue itu luar biasa. Gue jadi ingat hadist nabi Muhammad saw yang artinya "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina", gue jadi mikir ini artinya cina bisa menjadi salah satu panutan kita dalam melakukan hal-hal yang berguna.
Gue juga mau cerita tentang temen gue yang memiliki keturunan tionghoa, setelah gue baca artikel itu dan gue kaitkan dengan temen gue, ternyata emang bener seperti itu. Dalam artikel tersebut, kalau orang cina itu menghilangkan gengsi-gengsi mereka dalam mendapatkan sesuatu, mereka sangat hemat dan teliti, mereka sangat gigih dan bekerja keras, tidak mau melakukan hal-hal yang berguna, fokus dan jelas dengan apa yang mereka kerjakan, memiliki target tidak hanya jangka pendek tapi juga mereka telah menentukan target dalam jangka panjang. Mereka melakukan sesuatu tidak hanya untuk sekarang tapi juga untuk masa depan mereka. Jadi, kesimpulan gue adalah orang cina sudah mempersiapkan target-target yang akan mereka capai untuk masa depan, mereka berusaha bagaimana mereka bisa bertahan samapai masa yang akan datang.
Hal-hal inilah yang membuat gue kagum pada orang Cina (sebenarnya tidak hanya Cina, gue sangat mengagumi orang Jepang dan Korea yang menurut gue kemajuan yang dicapai oleh masyarakat tiga negara tersebut tidak terlepas dari usaha dan kerja keras mereka). Sekarang pikiran gue udah mulai terbuka dari apa yang gue lihat dan gue lakukan selama ini, gue banyak dapat pelajaran dari mereka. Disamping itu, kenapa gue lebih menyukai drama/film Jepang dan Korea, itu karena ada beberapa hal positif yang bisa gue ambil dari cerita tersebut.
Sebenernya gue ga mau kekaguman gue pada mereka hanya sebatas kagum saja, tapi gue pengen diri gue juga bisa seperti mereka dalam hal mencapai atau mengusahakan sesuatu. Gue bertekad untuk ke depan gue akan berusaha lebih baik lagi, gue akan bekerja lebih keras lagi mencapai apa yang gue inginkan. Sebenernya orang-orang terdekat gue (orang tua, keluarga, saudara, temen2) udah ngasih support ke gue untuk mencapai apa yang gue inginkan. Tergantung bagaimana diri gue dan sikap gue dalam mencapainya. Apalagi yang gue tunggu, hanya hambatan dalam diri gue yang harus gue lawan. Orang lain bisa, gue juga pasti bisa.. fighting!!! がんぼってください ^_^
Gue jadi ngerti bagaimana mereka berjuang dalam hidup mereka, gue juga terinspirasi dari prinsip-prinsip mereka yang menurut gue itu luar biasa. Gue jadi ingat hadist nabi Muhammad saw yang artinya "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina", gue jadi mikir ini artinya cina bisa menjadi salah satu panutan kita dalam melakukan hal-hal yang berguna.
Gue juga mau cerita tentang temen gue yang memiliki keturunan tionghoa, setelah gue baca artikel itu dan gue kaitkan dengan temen gue, ternyata emang bener seperti itu. Dalam artikel tersebut, kalau orang cina itu menghilangkan gengsi-gengsi mereka dalam mendapatkan sesuatu, mereka sangat hemat dan teliti, mereka sangat gigih dan bekerja keras, tidak mau melakukan hal-hal yang berguna, fokus dan jelas dengan apa yang mereka kerjakan, memiliki target tidak hanya jangka pendek tapi juga mereka telah menentukan target dalam jangka panjang. Mereka melakukan sesuatu tidak hanya untuk sekarang tapi juga untuk masa depan mereka. Jadi, kesimpulan gue adalah orang cina sudah mempersiapkan target-target yang akan mereka capai untuk masa depan, mereka berusaha bagaimana mereka bisa bertahan samapai masa yang akan datang.
Hal-hal inilah yang membuat gue kagum pada orang Cina (sebenarnya tidak hanya Cina, gue sangat mengagumi orang Jepang dan Korea yang menurut gue kemajuan yang dicapai oleh masyarakat tiga negara tersebut tidak terlepas dari usaha dan kerja keras mereka). Sekarang pikiran gue udah mulai terbuka dari apa yang gue lihat dan gue lakukan selama ini, gue banyak dapat pelajaran dari mereka. Disamping itu, kenapa gue lebih menyukai drama/film Jepang dan Korea, itu karena ada beberapa hal positif yang bisa gue ambil dari cerita tersebut.
Sebenernya gue ga mau kekaguman gue pada mereka hanya sebatas kagum saja, tapi gue pengen diri gue juga bisa seperti mereka dalam hal mencapai atau mengusahakan sesuatu. Gue bertekad untuk ke depan gue akan berusaha lebih baik lagi, gue akan bekerja lebih keras lagi mencapai apa yang gue inginkan. Sebenernya orang-orang terdekat gue (orang tua, keluarga, saudara, temen2) udah ngasih support ke gue untuk mencapai apa yang gue inginkan. Tergantung bagaimana diri gue dan sikap gue dalam mencapainya. Apalagi yang gue tunggu, hanya hambatan dalam diri gue yang harus gue lawan. Orang lain bisa, gue juga pasti bisa.. fighting!!! がんぼってください ^_^
Selasa, 09 Agustus 2011
new journey
Saat ini aku sedang menjalani perjalanan hidupku yang masih panjang, banyak harapan dan target yang belum aku capai. Ini disebabkan oleh arah dan tujuan hidupku yang belum clear dan spesifik. Target itu harus segera diusahakan karena kalau tidak aku hanya seorang manusia yang belum berguna bagi diri sendiri, apalagi untuk orang lain. Semua rencana yang telah dibuat tidak akan menghasilkan apa-apa jika aku tidak berusaha mencapainya. Waktu yang terus berjalan tidak boleh aku lalui saja dengan percuma tanpa melakukan sesuatu. Kalau aku terus mengulur waktu, menunda-nunda semua rencana itu tidak akan berhasil. Do the best.. fighting!!!! daebakk!!!
Kamis, 04 Agustus 2011
Heartstring (you've fallen for me)
Heartstring adalah salah satu drama yang sedang airing di Korea, drama tentang musikal, romance ini sangat menarik bagiku. Drama ini dibintangi oleh aktor dan artis korea yang paling aku suka, Jung Yong Hwa dan Park Shin Hye, i really like them. Aku udah ga sabar nih nunggu kelanjutan ceritanya, apalagi konflik yang akan dihadapi Lee Shin(Jung Yong Hwa) dan Gyu Won( Park Shin Hye). Aku berharap akhir drama ini happy ending, hahaha.. dan sepertinya bakalan happy ending nih..
Selasa, 17 Mei 2011
Japan Educational Seminar in Indonesia
Tanggal 14 Mei 2011, aku dan Dratia eka fajarani pergi mengikuti acara seminar ¨Japan Educational Seminar¨ di univ. al Azhar Jakarta. Saat yang bersamaan juga ada acara FPP, acara FPP ini aku masuk kedalam bph(badan pengurus harian), tapi karena aku lebih tertarik di seminar ini maka aku kabur dengan terhormat, yang artinya sudah disetujui oleh kak ana (wakil ketua panitia). Mungkin memang aku bukan orang yang bertanggung jawab, tapi aku lebih butuh acara JES ini untuk masa depanku.
Acaranya terdiri dari pengenalan belajar di Jepang untuk program kelas internasional dan simulasi dosen dalam mengajar di kelas internasional ini. Acara ini diisi oleh 13 universitas yang ada di Jepang. Disana stand-stand dari universitas tersebut memberikan informasi mengenai universitas mereka. Umumnya yang memberikan informasi tersebut adalah profersor dan para stafnya yang secara langsung memberi informasi. Tentu saja tidak ada yang bisa menggunakan bahasa indonesia. Stand yang pertama kita kunjungi adalah Tohuku University, Nagoya University, Kyoto university, Doshisa University, Chiba University, Japan Embassy.
Pengalaman yang menarik adalah saat kita di stand kyoto university karena salah seorang dosen tersebut memiliki wajah Indonesia tapi tidak bisa berbahasa Indonesia. Dan yang paling menarik lagi adalah saat kita di stand Doshisa University, karena salah satu dari dosen Doshisa university menawarkan kita untuk menanyakan hal-hal yang ingin kita ketahui ¨anything¨ kata beliau. Dengan menggunakan bahasa Indonesia yang terbata-bata, saya dan tia menanyakan tentang beasiswa, bagaimana mendapatkan beasiswa, dan sesuatu yang ingin diketahui, termasuk kenapa bapak tersebut bisa berbahasa indonesia, dan ternyata beliau sudah pernah tinggal di Indonesia selama 4 tahun dan bekerja di dubes Jepang. Dan kesalahan yang sangat tidak lucu itu adalah kita tidak menanyakan siapa nama beliau. Bapak itu juga menanyakan dimana kita kuliah, dan tujuan studi ke Jepang itu untuk S1 atau melanjutkan S2. Dan kita juga menanyakan bagaimana cara mendapatkan beasiswa untuk studi ke Jepang. Saya menceritakan studi saya sekarang ini di kesehatan masyarakat dalam bidang kesehatan dan keselamatan kerja, lalu dosen tersebut mengatakan bahwa itu sangat bagus, jurusan tersebut banyak dibutuhkan di Jepang tapi dari stand yang kita kunjungi hanya 1 universitas (Tohuku) kalo ada yang jurusan K3. Itupun saya dapat keterangan karena yang ada di stand tersebut ada ibu yang berasal dari Indonesia sedangkan menurut saya universitas yang lain itu mungkin ada tapi bukan K3 nama jurusannya, mudah-mudahan saya mendapat jurusan apa yang saya inginkan. Menurut saya bapak tersebut sangat baik kepada kita, mau meluangkan waktunya untuk mengobrol dengan kita dalam waktu yang cukup lama. Saat kita mengobrol, datanglah wartawan The Daily Jakarta Shimbun, wartawan tersebut sangat ramah sekali, dan sangat charming, bahkan saya dan tia terpesona melihat wajah dan senyum yang manis dari wartawan tersebut. Wartawan tersebut cukup lama mewawancarai sang bapak. Saat ryosuke( nama wartawan tersebut) mewawancarai sang bapak, kita melirik-lirik data wartawan tersebut. Golongan darahnya AB, bekerja di Indonesia sampai 2012, dan yang lebih parah kita menghafalkan nomor wartawan tersebut , hhaa sampai segitunya. Tapi saya akui baru kali ini saya ketemu orang jepang dengan wajah yang menarik dan cute banget wwaaa... Lanjut ke percakapan bapak tadi, saat bapak tahu kalo kita dari UI, beliau dengan spontan menjawab ¨ooh, pintar sekali dong¨, saat beliau bertugas di embassy, beliau sering berkunjung ke UI. Dan beliau juga menanyakan apakah kita bisa berbahasa Jepang, aku jawab iya tapi sedikit, karena aku pernah belajar bahasa Jepang saat High school. And, beliau meminta saya untuk perkenalan menggunakan bahasa Jepang, awalnya aku malu-malu, dan bapak itu mengatakan bahwa tidak usah malu-malu. Dan akhirnya aku memperkenalkan diri menggunakan bahasa Jepang, saat yang bersamaan wartawan tersebut masih di tempat kita berbincang-bincang. Dia memperhatikan saat aku memperkenalkan diri. Dan menurut aku, kakak wartawan itu mengerti bahasa Indonesia tapi cannot speak. Setelah beberapa saat, karena tidak ada topik yang dibicarakan lagi maka kita berpamitan. Tapi sebelum itu, dengan memberanikan diri aku meminta alamat email atau kontak yang bisa berkomunikasi dengan bapak tersebut. Lalu beliau memberi kartu namanya pada kita, senangnya, Bapaknya baik sekali. Dan yang sangat kita sayangkan adalah kita tidak sempat berfoto dengan bapak atupun wartawan tersebut. Dan pesan bapak yang saya ingat dari beliau adalah yang paling penting adalah bahasa Inggris harus maksimal. Saya sangat senang dengan acara ini selain bertemu langsung dengan orang Jepang dan bekerja di universitas tersebut, kita juga harus menyadari bahwa bahasa tersebut sangat penting. Semoga saya bisa bertemu dengan bapak dosen itu lagi.
Sabtu, 07 Mei 2011
Memelihara Hati
Mario Teguh Golden Ways @ Metro TV
Minggu, 1 Mei 2011 pukul 19.00 WIB
Orang yang lari dari masalah dia akan bertemu dengan masalah yang sama, karena Tuhan menginginkan kita lebih kuat dari masalah itu. Cara memperbaiki kesalahan buruk orang kepada kita adalah jauhkan mata dari melihat yang buruk, berbicara buruk. Karena tidak mendengar sesuatu yang buruk itu membuat hati lebih bersih. Hati adalah wajahnya jiwa, hatinya baik berarti jiwanya baik. Kebahagiaan tidak datang dari terpenuhinya keinginan tapi dari mensyukuri apa yang ada.
Masa depan itu panjang, potongan terdekatnya adalah waktu.
s1 : diri kita sendiri (dapat berubah)
s2 : diri sebagi tampilan kepada orang lain
s3 : diri kita dilihat oleh orang lain.
Kegembiraan adalah pengindah wajah dan pengawet kemudaan.
Minggu, 20 Maret 2011
Sukses
Semua berawal dari yang kecil, ya itulah salah satu kunci sukses yang nyata. Jadi sukses itu tidak terjadi secara langsung karena hal tersebut diperoleh dari usaha yang keras, ulet dan dari hal yang kecil. Dan satu hal lagi,sukses itu bukanlah apa yang kita dapatkan tetapi sukses itu adalah sebuah perjuangan ataupun pengorbanan. Tadi pagi, 20 Maret 2011 jam 07.30, aku dan temanku pergi jogging dan jualan yoghurt ke balairung UI. Ide ini aku dapat dari pa angah Asep dan teteh Andam dan semua keluargaku yang lain, yang selalu memberi aku bagaimana menjalani hidup ini. Sejak pindah ke kos yang baru aku belum pernah ke rumah beliau. Lanjut ke kegiatanku, Kita mulai jualan dari awal masuk balairung trus mulai deh kita ngomong keras-keras, ¨yoghurt...yoghurt..1500..sehat lho..¨ sudah satu kali keliling balirung belum ada yang laku, akhirnya kita menuju ke tempat yang rame, dan yoghurtnya mulai laku satu per satu. Alhamdulillah, ternyata ada yang beli. Aku dapat untung yang lumayan, aku sangat bersyukur. Aku berharap mudah-mudahan usaha ini bisa lancar untuk semuanya. Dan uangnya bisa aku abung untuk masa depan yang lebih Cerah..Keep fighting..Aamiin... Aku pasti Sukses.
Jumat, 18 Maret 2011
kegiatanku yang padat
Alhamdulillah, saat ini aku sudah disibukkan dengan berbagai kegiatan di kampus baik itu kuliah, organisasi, dan kepanitiaan. Dalam waktu dekat ini aku akan melaksanakan UTS yang subhanallah.. dan juga aku ikut dalam kepanitiaan Festival Pemberdayaan Perempuan (FPP), dan aku ditunjuk sebagai Penanggung Jawab dalam dana usaha (Danus) dan acara ini tidak main-main karena acara ini akan mengadakan beberapa lomba yaitu lomba esai dan fotografi. Selain itu rangkaian acara ini juga mengadakan talkshow dan bedah film. Tentu saja dana yang dibutuhkan tidak sedikit, dana yang dibutuhkan itu sekitar 20juta rupiah..woow itu bukan uang yang sedikit, dan yang bertanggung jawab dalam pencarian dana itu adalah aku dan yang membawahi bidang sponsorship.. subhanllah.. itu pasti bisa dicapai dengan usaha yang ulet. Dan aku juga dipercaya dalam mempromosikan acara ini di kelas-kelas kampusku. Ya aku yakin Allah pasti punya rencana lain dibalik ini semua. Alhamdulillah, semoga aku bisa menjalani ini semua ini. Dan aku harus bisa membagi waktu untuk semua kegiatan ini. Tidak boleh ada yang terbengkalai. Ya aku BISA.. aku harus bisa memanfaatkan waktu yang terus berjalan. Insya Allah aku bisa, aku yakin dengan diriku sendiri. Karena Allah selalu bersamaku. Allahu akbar..
Ketidakterbatasan Allah SWT
Sebenarnya Allah SWT tidak membatasi kita untuk meminta sedikit kepadanya, karena hanya Allah tempat kita meminta dan mengadu. Hanya saja karena ketidakyakinan kita terhadap hal yang gaib yaitu permintaan yang menurut kita tidak mungkin tercapai tetapi Allah bisa memberi kita hal yang tidak mungkin menurut kita. Jadi , mintalah kepada Allah sebanyak-banyaknya dan meminta kepada Allah sesuatu yang tidak mungkin. Karena kalau permintaan itu menurut kita bisa kita usahakan sendiri tanpa pertolongan dari Allah untuk mengabulkannya, jadi untuk apa diminta lagi. Jadi mintalah kepada Allah sesuatu yang memang belum mungkin untuk kondisi kita saat ini. Jika kita meminta kepada Allah, dan Allah pun meminta kita untuk mematuhi segala perintah-Nya, jadi sebenarnya kita meminta itu ada pamrihnya. Dan memang itulah syarat jika kita memang menginginkan apa yang kita minta dapat dikabulkan. Mintalah kepada Allah apa yang memang kita inginkan dengan jelas, misalnya pengarang novel ingin novelnya tersebut dijadikan sebuah film, kita harus meminta kepada Allah, ¨ya Allah jadikanlah novel hamba ini menjadi film.¨
Ada pemikiran kita yang selama ini salah yaitu, jika diberi sebuah pilihan kita ingin menjadi kaya atau berilmu, apa yang akan kita pilih? Tentu banyak yang memilih berilmu. Sebenarnya berilmu itu adalah sebuah kekayaan, bener ga? Ilmu, harta, sehat, istri/suami yang sholeh,kedudukan dll. Adalah sebuah kekayaan bagi kita, hanya saja pemikiran kita selama ini masih salah. Jadi, Ikhlas lah dengan kekayaan itu.
Apakah pintar dan pandai itu sama? Ternyata tidak, karena cerdas itu bisa diperoleh dari gen orang tua, sedangkan kepandaian itu diperoleh dengan sendirinya melalui berbagai macam cara misalnya melalui pengalaman. Sebenarnya kepandaian itu adalah memanfaatkan apa yang kita miliki untuk menjadi lebih baik lagi.
Pemikiran ini saya dapat sewaktu saya menonton acaranya pak Mario Teguh di MetroTV pada hari Minggu tanggal 9 Januari 2011 lalu. Sungguh banyak pemikiran kita yang selama ini salah, dan jika dipikir lagi kata-kata Pak Mario Teguh, oo begitu yaa,, iya bener ya..jadi saya menulisnya disini.
Jumat, 04 Maret 2011
Mengingat Mati
Tidak ada yang tahu sampai kapan kita akan hidup
tidak ada yang tahu berapa lama lagi kita akan hidup di dunia ini
apakah pernah terpikirkan olehmu jika seandainya kamu hanya diberi waktu untuk hidup selama 19 tahun?
apa yang telah kamu lakukan selama ini?
apakah waktu yang diberikan itu bermanfaat atau hanya sia-sia saja?
apakah sisa hidupmu bermanfaat bagimu dan orang lain?
apakah kamu siap jika di saat itu kamu tidak bisa lagi melihat dunia?
apa persiapan yang telah kamu lakukan untuk kehidupan selanjutnya?
pikirkanlah, apa yang telah kamu lakukan selama ini
pkirkanlah, untuk apa kamu hidup di dunia ini
apakah hanya untuk memenuhi nafsu dunia saja atau tujuan yang lainnya
renungkanlah, apakah kamu hidup kekal di dunia ini
apakah kamu pernah berpikir tentang sesuatu yang disebut dengan mati..
lakukanlah apa yang bisa kamu lakukan sekarang yang akan berguna untuk dunia dan akhiratmu.. seperti kata yang sering kita dengar :
"Bekerjalah seakan-akan kamu hidup selamanya, dan beribadahlah seakan-akan kamu mati esok hari"
keep spirit..fighting!! fighting!!
tidak ada yang tahu berapa lama lagi kita akan hidup di dunia ini
apakah pernah terpikirkan olehmu jika seandainya kamu hanya diberi waktu untuk hidup selama 19 tahun?
apa yang telah kamu lakukan selama ini?
apakah waktu yang diberikan itu bermanfaat atau hanya sia-sia saja?
apakah sisa hidupmu bermanfaat bagimu dan orang lain?
apakah kamu siap jika di saat itu kamu tidak bisa lagi melihat dunia?
apa persiapan yang telah kamu lakukan untuk kehidupan selanjutnya?
pikirkanlah, apa yang telah kamu lakukan selama ini
pkirkanlah, untuk apa kamu hidup di dunia ini
apakah hanya untuk memenuhi nafsu dunia saja atau tujuan yang lainnya
renungkanlah, apakah kamu hidup kekal di dunia ini
apakah kamu pernah berpikir tentang sesuatu yang disebut dengan mati..
lakukanlah apa yang bisa kamu lakukan sekarang yang akan berguna untuk dunia dan akhiratmu.. seperti kata yang sering kita dengar :
"Bekerjalah seakan-akan kamu hidup selamanya, dan beribadahlah seakan-akan kamu mati esok hari"
keep spirit..fighting!! fighting!!
Senin, 28 Februari 2011
Renungan diri
Pernahkah kamu berpikir, kalau sebenarnya orang-orang disekitarmu memang sayang kepadamu? Maka cobalah renungkan kalau ternyata orang yang ada disekitarmu sangat sayang kepadamu. Termasuk ibu dan bapak kamu, jangan pernah kamu berpikiran bahwa jika ibu atau bapak kamu marah itu berarti beliau tidak sayang kepadamu. Tapi sungguh beliau marah karena beliau sayang kepada kita, selalu menasehati kita supaya menjadi orang yang terbaik dimuka bumi ini.
Jika seandainya kamu pergi jauh dari ibu dan bapak, apakah kamu tidak rindu kepada beliau? Apakah kamu pernah mengingat beliau? Dan apakah kamu tidak merasakan bahwa beliau rindu kepadamu? Setiap hari memikirkanmu, setiap jam mengkhawatirkanmu, setiap menit terus bertanya bagaimana keadaanmu, setiap detik mendoakanmu, memohon kepada Allah SWT agar kamu dijaga oleh Sang Khalik, memohon agar kamu dimudahkan rezekinya. Mereka sungguh rindu kepadamu, tapi demi mencapai cita-citamu mereka ikhlas melepasmu pergi jauh dari mereka. Mereka berharap agar kamu menjadi orang yang berguna dimanapun kamu berada.
Suatu hari, karena mereka rindu kepada kamu. Untuk melepas rindu mereka, mereka menelpon kamu, hanya untuk mendengar suara kamu. Sewaktu di telepon, kamu sedang mengerjakan sesuatu. Kamu tetap menjawab telepon itu tapi dengan hati yang kesal, padahal mereka ingin sekali mendengar suaramu, menanyakan keadaanmu hanya dalam beberapa menit saja. Tapi kenapa kamu masih kesal terhadap mereka? Apakah kamu tidak rindu kepada mereka? Apakah kesuksesan yang selama ini kamu raih adalah usaha dari kamu sendiri? Tidak, mereka sangat berperan banyak dalam usaha kamu menuju sukses itu, mulai dari merawat, mendidik, menyekolahkan kamu, dll. Itu semua merekalah yang melakukannya, usaha yang mereka lakukan sangat besar sehingga kamu dapat menjadi seperti ini sekarang. Dimana rasa terima kasihmu kepada mereka? Apakah kamu bisa membalas usaha yang telah mereka lakukan? Tentu tidak, tapi kenapa hanya menjawab telepon saja kamu kesal? Apakah kamu hidup sendiri di dunia ini?
Cobalah renungkan, kalau ternyata mereka bersama Allah SWT yang bisa menjadikan kamu seperti sekarang. Mereka rela dihina, dicaci maki demi membela kamu. Mereka rela tidak tidur, tidak makan untuk memenuhi keinginan kamu. Tapi kenapa kamu tidak bersyukur? Cobalah untuk bersyukur dengan segala apa yang ada sekarang. Jangan pernah mengeluh, jangan pernah sekali-kali menyalahkan mereka. Bayangkanalah kesungguhan mereka dalam merawt kita dengan penuh pengorbanan. Tiap malam beliau menangis, menangis memohon doa kepada Allah SWT agar kamu memperoleh yang terbaik. Apakah kamu setiap menit mendoakan mereka? Berikanlah mereka kebahagiaan yang pantas mereka dapatkan dari kamu. Doakanlah mereka agar mereka mendapat kebahagiaan walaupun itu tak sebanding dengan apa yang mereka berikan kepada kita.
Minggu, 27 Februari 2011
jalan-jalan ke Tmii
Hari ini tanggal 26 Februari 2011, aku dan temanku Dratia Eka Fajarani pergi ke kota wisata TMII, ide ini awlanya dari mbak tia ( pangggilan untuk dratia) yang malam sebelumnya minta hari ini jalan-jalan. Lalu paginya mbak tia minta lagi, ¨muthi, jalan-jalan yuk..¨ aku jawab iya, ayo. Tapi mau jalan-jalan kemana? Mbak tia balik nanya,¨ kemana yaa?¨ aku jawab, ke TMII aja yuk.. yuk. Lalu kita siap-siap, dan berangkat sekitar jam setengah sepuluh, kita naik angkot yang kebetulan di kampus aku itu jalur angkot yang menuju TMII lewat jalur tersebut. Perjalanannya itu kurang lebih setengah jam dan kebetulan ga terlalu macet. Awalnya kita belum ngomong ke pak sopir angkot kalau kita mau ke TMII, dan setelah melewati Pasar Rebo, akhirnya aku memberanikan diri ngomong ke pak sopir kalau kita mau ke TMII. Dan tidak lama setelah itu kita sampai di TMII.
Dan ternyata tiket masuk ke TMII tidak mahal, harganya Rp 9000,- per orang untuk pejalan kaki ( kita kan termasuk pejalan kaki hhe..) dan setelah masuk tempat yang pertama kita kunjungi itu adalah teater Keong Mas. Sungguh kita sangat bersyukur jalan-jalan kali ini karena di sana itu have fun banget, bisa merefresh pikiran yang lagi suntuk karena disana banyak tersedia fasilitas, seperti sewa sepeda, mobil, motor, becak, dll. Setelah dari Keong Mas, kita mengunjungi semua miniatur dari masing-masing provinsi,, woow.. disana indah sekali, subhanallah,senang banget deh. Saat mengunjungi miniatur rumah adat masing-masing provinsi, kita melihat banyak yang memakai sepeda, akhirnya karena ingin mencoba, kita menyewa sepeda, kita menyewa yang p**i*on, kita menyewa seharga Rp20.000,- untuk satu jam, dan ternyata sepedanya lumayan berat, trus sewaktu kita keliling itu ternyata ada rental sepeda yang lain juga dan kayaknya lebih ringan dari yang kita sewa,,huft..tapi ga apa apa deh, dari awal emang ga liat.
Trus kita pergi ke taman bunga dan museum suku asmat, dan ternyata pake bayar tiket masuk, ya udah deh, ga terlalu mahal ko, Rp5.000,-. Di museum suku asmat kita foto-foto dan agak serem juga siyh didalam museum, hhe. Dan kita juga pergi ke istana anak,, hehe disan kita juga foto bareng badut yang lucu. Dan tempat terakhir yang kita kunjungi adalah Museum Keprajuritan Indonesia, disana ada patung tokoh-tokoh pahlawan. Karena sudah mulai sore dan objek wiatanya sudah banyak yang tutup maka kita pulang dengan hati yang senang, alhamdulillah. Setelah dari TMII kita langsung menuju rumah om aku yang tinggal di Depok, sampai disana udah magrib. Ketika ngobrol pa angah (panggilan untuk om) mengatakan kalau kakakku masuk rumah sakit lagi, karena kepalanya infeksi lagisetelah kecelakaan beberapa bulan yang lalu. Memang kakakku orangnya keras kepala,sedikit manja, jadi untuk disuruh minum obat saja sangat susah. Setelah itu, kita ngobrol tentang yang lain, pa angah ngomong, stay for your future. Jadi tidak usah tergoda dengan hal-hal yang tidak perlu dulu. Melakukan sesuatu tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain. Tentang beasiswa, pa angah juga ngomong, di dalam hal itu, ada proporsi dari aku, dari pa angah, dan dari Abi. Disinilah peran abi untuk sekarang, jadi semuanya sudah di back up. Jadi jangan katakan kalau itu tidak ada peran dari orang tua walaupun orang tua aku jauh. Karena kita tidak tau usaha apa yang telah dilakukan, hanya Allah yang tau, mungkin saja abi berdoa tiap malam, tahajjud tiap malam. Ya, aku sangat bersyukur sekali karena Allah sangat sayang kepadaku. Kalau tidak, aku minta pertolongan kepada siapa lagi selain Allah. Thanks God.
Jumat, 25 Februari 2011
liburanku
Setelah selesai ujian akhir semester di tahun pertama aku menduduki bangku kuliah, ya alhamdulillah hasilnya naik menurutku untuk semester pertama ini. Pada waktu liburan ini aku belum melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi diriku dan untuk masa depanku. Padahal liburanku kali ini lumayan panjang selama 1 bulan. Rencananya sih liburanku kali ini aku mau melakukan kegiatan yang bermanfaat, waktu ku tidak terbuang dengan percuma. Tetapi sampai sekarang sudah berjalan hampir dua minggu, aku belum melakukan kegiatan apapun yang menurutku bermanfaat. Padahal inilah waktu yang menurutku tepat untuk bisa mengembangkan potensiku. Apa gunanya liburan selama ini kalau hanya bengong, ya Allah tolonglah aku, berikan aku kegiatan yang bisa memberiku kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Dan liburanku tinggal hanya dua minggu lagi, jika aku punya sesuatu hal yang berguna 2 minggu itu akan terasa singkat sekali.
Selama liburanku yang kosong ini, aku berteman bersama dua bocah yang lucu, ya sepupuku sendiri. Aku menyuapi mereka makan, mengajak mereka main. Dan terkadang kedua bocah ini menyebalkan bagiku bagaimana tidak kedua bocah ini hampir setiap hari berantem, dan itu sangat menjengkelkan di telingaku. Mereka berantem ga hanya pake fisik tapi juga suaranya yang memekakkan telingaku.hhhuuft..apalagi kalo sedang bermain suaranya itu lho ga nahan ditelingaku, rasanya telingaku mau pecah kalo mereka berantem dan main. Badannya mungil-mungil tapi suaranya duuhhh ga tahan gue, rasanya gue juga ingin berteriak agar mereka diam..tapi ga mugnkinlah, artinya aku harus bersabar menghadapi kedua bocah ini. Dan terkadang aku ga bisa bersabar,, ya Allah. Dan terlebih lagi ketiga sepupu ku ini yang paling gede cewe kelas 5 SD , pada suka sinetron,,waduuhhh.. dan yang ga lucu itu, kedua bocah ini juga sangat suka sinetron. Duh gimana aku ga sebel, aku mau ganti siaran aja ga bisa, harus indosiar terus kalo ga sctv. Dan sepupu yang paling kecil ini tangannya ga bisa diam. Apapun yang dilihat selalu diacak-acak, bahkan barang-barangku juga diacak-acak duuh.. dan juga laptop aku ini juga ga bisa dibiarkan terletak begitu saja. Dan yang kakaknya seenaknya aja memakai barang orang dan kadang dia juga memaksa padahal itu barang-barangku, dan dia hobi banget mengatakan orang dengan kata-kata yang jelek..ampuun deh. Ooh..ya Allah, mudah2an nantinya mereka jadi anak yang sholeh dan sholeha, dan aku juga ingin punya anak yang sholeh dan sholeha, yang pastinya harus mengajari anakku hal-hal yang baik dan berguna.
Nah, seandainya liburanku ini aku isi dengan belajar masak, les, mengajar,dll. tentu sangat bermanfaat untuk kehidupanku masa yang akan datang.karena sebagai perempuan, kita juga dituntut untuk serba bisa. Memang sebagai seorang perempuan kita juga dituntut untuk bersabar karena ujian yang dihadapi itu tidak sedikit tetapi bagaimana kita menyikapinya dengan iman yaitu salah satunya dengan bersabar.
Itulah sebagian dari cerita sehari-hariku saat liburan,dan terkadang aku kesal dengan itu. Ya sebenarnya tidak harus kesal tapi nikmatilah itu semua karena ada hikmah yang bernilai dibalik itu semua. Mungkin bukan sekarang tapi nanti di masa depanku..
Langganan:
Postingan (Atom)


























