Sebenarnya Allah SWT tidak membatasi kita untuk meminta sedikit kepadanya, karena hanya Allah tempat kita meminta dan mengadu. Hanya saja karena ketidakyakinan kita terhadap hal yang gaib yaitu permintaan yang menurut kita tidak mungkin tercapai tetapi Allah bisa memberi kita hal yang tidak mungkin menurut kita. Jadi , mintalah kepada Allah sebanyak-banyaknya dan meminta kepada Allah sesuatu yang tidak mungkin. Karena kalau permintaan itu menurut kita bisa kita usahakan sendiri tanpa pertolongan dari Allah untuk mengabulkannya, jadi untuk apa diminta lagi. Jadi mintalah kepada Allah sesuatu yang memang belum mungkin untuk kondisi kita saat ini. Jika kita meminta kepada Allah, dan Allah pun meminta kita untuk mematuhi segala perintah-Nya, jadi sebenarnya kita meminta itu ada pamrihnya. Dan memang itulah syarat jika kita memang menginginkan apa yang kita minta dapat dikabulkan. Mintalah kepada Allah apa yang memang kita inginkan dengan jelas, misalnya pengarang novel ingin novelnya tersebut dijadikan sebuah film, kita harus meminta kepada Allah, ¨ya Allah jadikanlah novel hamba ini menjadi film.¨
Ada pemikiran kita yang selama ini salah yaitu, jika diberi sebuah pilihan kita ingin menjadi kaya atau berilmu, apa yang akan kita pilih? Tentu banyak yang memilih berilmu. Sebenarnya berilmu itu adalah sebuah kekayaan, bener ga? Ilmu, harta, sehat, istri/suami yang sholeh,kedudukan dll. Adalah sebuah kekayaan bagi kita, hanya saja pemikiran kita selama ini masih salah. Jadi, Ikhlas lah dengan kekayaan itu.
Apakah pintar dan pandai itu sama? Ternyata tidak, karena cerdas itu bisa diperoleh dari gen orang tua, sedangkan kepandaian itu diperoleh dengan sendirinya melalui berbagai macam cara misalnya melalui pengalaman. Sebenarnya kepandaian itu adalah memanfaatkan apa yang kita miliki untuk menjadi lebih baik lagi.
Pemikiran ini saya dapat sewaktu saya menonton acaranya pak Mario Teguh di MetroTV pada hari Minggu tanggal 9 Januari 2011 lalu. Sungguh banyak pemikiran kita yang selama ini salah, dan jika dipikir lagi kata-kata Pak Mario Teguh, oo begitu yaa,, iya bener ya..jadi saya menulisnya disini.

0 komentar:
Posting Komentar